Jakarta, CNN Indonesia —
Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Timur menyatakan seratusan pesantren atau dayah dan balai pengajian mengalami kerusakan akibat Bencana Banjir Besar pada akhir November 2025.
Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Timur Saiful Nahar mengatakan Sesuai ketentuan hasil pendataan sementara tercatat sebanyak 120 unit pesantren atau dayah rusak akibat Bencana Banjir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dari 120 unit bangunan dayah tersebut, sebanyak 16 unit mengalami kerusakan berat, 80 unit rusak Baru saja, dan 24 unit lainnya rusak ringan,” kata Saiful di Aceh Timur, Kamis (15/1) dikutip dari Antara.
Ia mengatakan Bencana Banjir menyebabkan kerusakan cukup signifikan pada sarana dan prasarana dayah. Beberapa bangunan ruang belajar, asrama santri, dapur, Sampai saat ini kitab-kitab pengajian ikut terendam air.
Selain pesantren atau dayah, Bencana Banjir Bahkan berdampak pada balai pengajian yang tersebar di berbagai kecamatan. Ada sebanyak 70 unit balai pengajian yang terdampak bencana.
“Dari 70 unit balai pengajian tersebut, sebanyak 16 unit mengalami kerusakan berat, 43 unit rusak Baru saja, dan sebanyak 11 unit rusak ringan,” kata Saiful.
Menurut Ia, kerusakan berat umumnya terjadi pada bangunan yang terendam Bencana Banjir dalam waktu lama, sehingga struktur bangunan melemah, lantai dan dinding rusak, serta peralatan belajar tidak dapat digunakan lagi.
Sedangkan untuk kerusakan Baru saja dan ringan, kata Saiful Nahar, mayoritas berupa kerusakan pada lantai, dinding, pagar, serta perabotan pengajian yang terendam Bencana Banjir
“Sebagian besar dayah dan balai pengajian berada di wilayah yang rawan Bencana Banjir. Ketika debit air sungai meningkat, fasilitas pendidikan keagamaan ini menjadi salah satu yang paling terdampak,” katanya.
Akibat kerusakan tersebut, aktivitas belajar mengajar di Sebanyaknya dayah dan balai pengajian terganggu. Beberapa di antaranya menghentikan sementara kegiatan pengajian dan yang lain tetap melaksanakan pembelajaran dengan kondisi darurat dan keterbatasan fasilitas.
Saiful mengatakan pihaknya Sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk menindaklanjuti dampak kerusakan tersebut.
Ia menambahkan pendataan lanjutan masih terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi dapat disesuaikan dengan tingkat kerusakan di masing-masing Tempat.
“Kami berharap dukungan pemerintah provinsi maupun pusat Supaya bisa perbaikan dayah dan balai pengajian bisa segera dilakukan. Lembaga pendidikan keagamaan ini memiliki peran penting dalam pembinaan akhlak dan pendidikan generasi muda,” ujarnya.
(fra/antara/fra)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











