Jakarta, CNN Indonesia —
Rendy Kjaernett kembali jadi sorotan. Setelah sempat terbuka soal pengkhianatan dalam rumah tangga dan berusaha memperbaiki hubungan dengan sang istri, Pada saat ini foto-foto mesranya dengan perempuan lain kembali beredar luas di media sosial. Rendy diduga kembali berselingkuh.
Lantas, apa benar seseorang yang pernah selingkuh Akan segera kembali melakukan kesalahan serupa setelah dimaafkan oleh pasangannya?
Memaafkan pasangan yang berselingkuh memang bukan keputusan yang mudah. Sekalipun demikian, tak sedikit orang yang memilih untuk memberi kesempatan kedua, dengan harapan cinta dan komitmen bisa menyembuhkan luka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi, bagaimana Bila luka itu kembali terbuka karena kesalahan yang sama?
Psikolog Veronica Adelsa menyebut bahwa perilaku selingkuh bisa saja kambuh, atau dalam istilah psikologinya disebut relapse.
“Orang yang Pernah paham perilaku yang seharusnya tidak dilakukan dan Pernah berprogres menjadi lebih baik, tetap bisa mengalami relapse. Artinya, kita Bahkan Dianjurkan sadar bahwa itu [perselingkuhan] bisa terjadi lagi,” kata Veronica dalam tayangan Secret at Newsroom CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.
Sekalipun demikian, memaafkan bukanlah kesalahan. Yang dibutuhkan Merupakan pemahaman yang lebih mendalam tentang apa yang memicu perselingkuhan, dan bagaimana mencegahnya terjadi kembali.
Mengutip berbagai sumber, beberapa penelitian psikologi menyebut bahwa kebiasaan berselingkuh memang bisa dipengaruhi oleh faktor genetik. Konon, gen bernama DRD4 polymorphism disebut memiliki kaitan dengan perilaku mencari sensasi, termasuk dalam bentuk infidelitas.
Sekalipun demikian, genetik bukanlah satu-satunya penentu. Ukuran dan varian gen, serta lingkungan, kepribadian, latar belakang keluarga, pengalaman masa kecil, kondisi psikis, Sampai sekarang pergaulan turut memainkan peran apakah seseorang Akan segera berselingkuh atau tetap setia dengan satu pasangan.
“Faktor risiko seperti latar belakang keluarga, misalnya orang tua Bahkan selingkuh, rasa insecure, dan pengalaman masa lalu itu semua bisa memengaruhi. Inilah pentingnya berkonsultasi dengan profesional seperti konselor pernikahan, untuk mengetahui pemicunya dan melakukan pencegahan,” tambah Veronica.
Kenapa orang selingkuh?
|
Ilustrasi. Ada beberapa alasan yang membuat seseorang berselingkuh. (iStockphoto/1001nights)
|
Infidelitas Merupakan pengkhianatan yang paling menyakitkan dalam sebuah hubungan. Bagi banyak orang, kepercayaan Merupakan fondasi utama. Sekali hancur, sulit untuk membangun kembali.
Tapi, menariknya, alasan orang berselingkuh sering kali jauh lebih kompleks daripada yang terlihat. Ada yang berselingkuh karena tidak Senang dalam hubungan. Ada yang melakukannya karena merasa tidak diinginkan, atau ingin memenuhi fantasi seksual.
Tapi seringkali, akar dari perselingkuhan bukan hanya karena pasangan atau hubungan itu sendiri, melainkan karena disconnected self, rasa ketidaknyamanan dan pergolakan dalam diri sendiri.
Orang yang pernah selingkuh bisa saja berubah Bila mereka Sungguh-sungguh ingin berubah. Perubahan membutuhkan proses panjang, keterbukaan, introspeksi mendalam, dan bimbingan profesional.
Tapi, Bila akar masalah tidak pernah digali, permintaan maaf hanya Akan segera menjadi janji kosong yang terulang kembali.
“Tanpa pemahaman terhadap Dalang dan latar belakang perilaku tersebut, maka kita hanya Akan segera menekan emosi dan berpegang pada harapan. Padahal, dalam proses penyembuhan, memahami ‘mengapa’ Merupakan awal dari pemulihan,” jelas Veronica.
Pasangan yang ingin memulihkan hubungan pasca-perselingkuhan Bahkan Dianjurkan siap menghadapi berbagai tantangan emosional, mulai dari kehilangan kepercayaan Sampai sekarang rasa takut Akan segera pengkhianatan yang berulang. Tanpa dukungan dan pemahaman bersama, kebiasaan lama bisa muncul kembali saat konflik datang.
(tis/asr)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA









