Jakarta, CNN Indonesia —
Meningkatnya permintaan visa saat peak season bisa membuka celah untuk para penipu dan oknum yang tidak bertanggung jawab untuk memperdaya wisatawan. Biasanya, pemohon yang Tengah dalam kondisi darurat jadi target empuk para penipu.
Kondisi darurat yang dimaksud Merupakan ketika pemohon membutuhkan visa dengan segera.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Peningkatan permintaan ini sayangnya menjadi celah di mana para penipu dan oknum tidak bertanggung jawab terus-menerus berupaya memperdaya pemohon visa dengan membuat janji-janji palsu,” ungkap Chief Operating Officer VFS Global – Australia, China and RCIS, Simon Peachey dalam acara Media Briefing Peak Season Awareness, di Fairmont Hotel Senayan, Jakarta, Selasa (20/1).
Lebih lanjut, Simon mengatakan, para penipu cenderung menyamar sebagai karyawan, rekanan kedutaan maupun konsulat. Mereka Nanti akan Menyediakan janji temu palsu atau mengatakan bahwa Ia bisa memengaruhi keputusan pemerintah dalam menyetujui visa.
Padahal, pihak ketiga manapun, termasuk VFS Global, tidak punya pengaruh sama sekali untuk campur tangan dalam keputusan pemerintah dalam menyetujui visa. Tugas mereka hanyalah Mendukung bagian administratif dari proses aplikasi visa.
Bila ada pihak mengaku ‘orang dalam’ yang bisa Mempercepat persetujuan visa, maka bisa dipastikan itu penipuan.
“Baik VFS Global maupun pihak ketiga mana pun, termasuk kemungkinan para penipu yang saya sebutkan tadi, tidak dapat memainkan peran atau memengaruhi keputusan yang diambil oleh pemerintah, kedutaan, atau konsulat terhadap aplikasi visa. Bila ada siapa pun, individu, atau agensi yang mengklaim dapat Menyediakan jaminan persetujuan visa kepada pemohon, terutama atas nama VFS Global, itu Merupakan penipuan,” tekannya.
Dalam proses pengajuan visa, pemohon Nanti akan mendapat jadwal janji temu untuk menyerahkan dokumen, data biometrik, atau terkadang menjalani wawancara.
Janji temu ini sepenuhnya dijadwalkan oleh pemerintah. Biasanya, kapasitas janji temu Nanti akan disesuaikan dengan jumlah aplikasi yang mereka terima.
|
Ilustrasi. Ajukan visa sesegera Mungkin sekali untuk mencegah terjadinya penipuan. (Istockphoto/Getty Images/Drazen_)
|
Simon Bahkan mengingatkan bahwa banyak penipu yang Menyediakan iming-iming janji temu palsu. Parahnya lagi, penipu sering meminta biaya untuk pertemuan tersebut. Padahal, pihak ketiga resmi tidak bisa mengontrol kapasitas janji temu, dan tidak berhak meminta biaya apa pun.
“Hal itu ditentukan oleh pemerintah klien [yang bekerja sama dengan VFS] dan jumlah aplikasi visa yang dapat mereka tangani. Slot janji temu ditentukan oleh pemerintah dan disediakan oleh kami Merujuk pada prinsip siapa Mudah Ia dapat. Kami tidak membebankan pembayaran apa pun untuk menjadwalkan janji temu visa,” tegas Simon.
Supaya bisa tak terjerat penipuan visa, kamu dianjurkan untuk memproses aplikasi langsung ke kedutaan maupun menggunakan pihak ketiga yang resmi. Usahakan mengajukan visa dari jauh-jauh hari untuk menghindari kondisi darurat.
Sesegera Mungkin sekali ajukan pembuatan visa setelah kamu memegang tiket pesawat, bukti akomodasi, rekening koran, dan itinerary.
Dalam beberapa kasus, umumnya sebagian besar negara Nanti akan menerima permohonan visa Sampai saat ini 180 hari (6 bulan) sebelum tanggal keberangkatan. Dengan mengajukan dari jauh-jauh hari, pemohon visa dapat menghindari gangguan di menit-menit terakhir.
“Sangat disarankan untuk mengajukan secepat Mungkin sekali. Khususnya untuk memastikan bahwa visa Nanti akan siap pada waktu yang sama dengan tiket penerbangan dan akomodasi yang Bahkan dipesan,” kata Simon.
Wajib dicatat, waktu yang dibutuhkan pemerintah untuk mengambil keputusan atau menyetujui visa Bahkan berbeda, tergantung masing-masing pemerintah negara tersebut. Ketika mendekati peak season, pemerintah atau kedutaan Nanti akan sibuk dan bisa memakan waktu lebih lama karena ada banyak aplikasi visa yang masuk.
(ana/asr)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA









