10 Kapal Konflik Bersenjata AS Pernah Merapat di Timur Tengah, Siap Serang Iran


Jakarta, CNN Indonesia

Pejabat Amerika Serikat menyatakan sebanyak 10 kapal Konflik Bersenjata mereka Pernah mangkal di Timur Tengah menyusul ancaman Kepala Negara Donald Trump untuk menyerang Iran.

Ia Bahkan mengatakan kapal Konflik Bersenjata tersebut termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln yang punya tiga kapal persuak dan pesawat tempur F-35C, demikian dikutip New Arab, Rabu (28/1).



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terdapat Bahkan enam kapal Konflik Bersenjata AS lain yang beroperasi di wilayah itu Dengan kata lain, tiga kapal perusak dan tiga kapal tempur pesisir.

Pernyataan pejabat itu muncul usai Trump mengatakan AS siap menyerang Iran Seandainya Perundingan program nuklir mereka gagal.

Trump sangat berharap Iran bisa segera duduk di meja perundingan untuk membahas denuklirisasi. Negara Barat terutama AS, sangat terancam dengan program nuklir Iran yang dianggap berbahaya dan berpotensi ditujukan untuk membuat senjata.

Iran berulang kali menegaskan program nuklir mereka bukan untuk membuat senjata, melainkan demi tujuan damai.

“Semoga Iran segera ‘Duduk di Meja Perundingan’ dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan merata – TANPA SENJATA NUKLIR – kesepakatan yang menguntungkan semua pihak,” ujar Trump.

“Waktu hampir habis, ini Sungguh-sungguh sangat penting! Seperti yang pernah saya katakan kepada Iran sebelumnya, BUAT KESEPAKATAN!” imbuh Ia.

Trump Bahkan mewanti-wanti Iran Seandainya mereka gagal mencapai kesepakatan serangan berikutnya Nanti akan jauh lebih buruk dari Operasi Midnight Hammer,

AS sempat menyerang Sebanyaknya fasilitas nuklir Iran saat Membantu sekutu dekatnya, Israel dalam Konflik Bersenjata 12 Hari pada Juni tahun lalu.

Gempuran tersebut, menurut AS, menyebabkan kerusakan signifikan di beberapa fasilitas nuklir. Justru, Iran membantah terjadi kerusakan di situs nuklir mereka.

“Serangan selanjutnya Nanti akan lebih buruk! Jangan terjadi lagi,” ujar Trump.

(bac)


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA