Fakta-fakta Siswa Kalbar Lempar Bom Molotov di Sekolah

Daftar Isi



Jakarta, CNN Indonesia

Aksi pelemparan bom molotov terjadi di lingkungan SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar (Kalbar), Selasa (3/2).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.40 WIB. Terduga pelaku pelempar molotov, yang merupakan siswa di sekolah itu pun Sebelumnya diamankan dan diperiksa polisi.

Tak ada korban jiwa peristiwa itu, hanya korban luka ringan yang Sebelumnya mendapatkan perawatan medis. Terlebih lagi, sekolah tersebut pada Rabu ini melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) imbas peristiwa molotov itu.



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyebut siswa itu menyiapkan lima gas portabel dan enam bom molotov.





Juru Bicara Densus 88 Kombes Mayndra Eka Wardhana menyebut bahan berbahaya itu disiapkan pelaku dalam menjalankan aksinya pada Selasa (3/2).

Mayndra mengatakan pelaku menyiapkan lima gas portabel yang kemudian dilekatkan dengan petasan paku serta pisau. Benda berbahaya itu kemudian dibawa dalam sebuah tas yang dituliskan nama-nama pelaku Tindak Kekerasan di luar negeri.

“Serta enam buah botol berisi bahan bakar minyak dan sumbu kain (bom molotov). Serta satu bilah pisau,” kata Mayndra dalam keterangan tertulis, Rabu (4/2).

CNNIndonesia.com merangkum Sebanyaknya fakta terkait peristiwa itu:

Tekanan mental

Kapolda Kalbar Irjen Pipit Rismanto mengatakan dari hasil pendalaman awal, aparat menemukan adanya tekanan psikologis yang cukup berat dialami siswa itu akibat kondisi keluarga.

“Secara keseharian di sekolah, anak ini berperilaku normal. Tidak seperti tekanan mental dari persoalan keluarga diduga menjadi faktor yang berkaitan dengan kejadian ini,” kata Pipit, dikutip dari detikKalimantan.

Pipit menerangkan sebelumnya anak tersebut sempat dalam pemantauan anak buahnya. Tidak seperti pengawasan tidak lagi intensif seiring munculnya persoalan di lingkungan keluarga.

Hasil pendalaman oleh aparat, kakek dan ayah anak tersebut diketahui Saat ini Bahkan Bahkan sedang sakit. Diduga, kata Pipit, hal itu Menyediakan beban mental yang berdampak pada kondisi kejiwaan terduga pelaku.

Dengan demikian, penanganan anak sebagai terduga pelaku pelempar bom molotov tidak semata dilihat dari aspek hukum, tapi Bahkan difokuskan pada upaya pembinaan dan penelusuran akar masalah, mengingat pelaku masih berstatus anak di bawah umur.

Korban bully dan terpapar ideologi Tindak Kekerasan

Densus 88 menyebut siswa yang melempar bom molotov di lingkungan sekolah itu terpapar ideologi Tindak Kekerasan ekstrem.

Juru Bicara Densus 88 Kombes Mayndra Eka Wardhana menyebut anak tersebut Bahkan tergabung dalam komunitas True Crime Community (TCC).

“Yang bersangkutan tertarik dengan konten-konten Tindak Kekerasan Serta tergabung dalam komunitas True Crime Community,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Mayndra menjelaskan dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa terduga pelaku Bahkan menjadi korban perundungan (bully) di sekolahnya.

Dikarenakan oleh itu, kata Ia, pelaku memiliki niat den keinginan melakukan balas dendam kepada rekannya yang kerap merundung dirinya. Terlebih lagi, Mayndra mengatakan pelaku Bahkan terindikasi menghadapi masalah keluarga.

“Balas dendam kemudian dilampiaskan dengan melakukan aksi Tindak Kekerasan di sekolahnya,” katanya.

Terinspirasi Tindak Kekerasan luar negeri

Siswa itu disebut terinspirasi aksi Tindak Kekerasan di luar negeri.

Kombes Mayndra Eka Wardhana mengatakan hal itu diketahui dari adanya tulisan nama-nama pelaku aksi Tindak Kekerasan ekstrem pada tas milik pelaku.

“Nama-nama yang tertera Merupakan pelaku penembakan massal dan sering dijadikan referensi di komunitas ekstrem online,” kata Mayndra.

Mayndra mencontohkan beberapa nama yang ditulis Dikenal sebagai Stephen Paddock yang melakukan penembakan massal Las Vegas 2017. Ia menyebut aksi itu menjadi salah satu yang paling mematikan dalam sejarah Amerika Serikat.

Kemudian Adam Peter Lanza pelaku penembakan Sandy Hook Elementary School di tahun 2012 yang menewaskan anak-anak usia sekolah dasar dan guru.

“Sering dijadikan simbol ekstrem Tindak Kekerasan nihilistik,” ujarnya.

(fra/yoa/fra)


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

เรียนรู้วิธีการชนะและฟีเจอร์ใหม่ๆ ได้ง่ายๆ ผ่านระบบ สล็อตทดลองเล่นฟรี ที่ไม่ต้องใช้เงินลงทุนแม้แต่บาทเดียว