Seorang wanita Iran memandang deretan kapal di Selat Hormuz (ilustrasi).
REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL — Iran dan Oman mencapai kesepakatan mengenai peta rute pelayaran di Selat Hormuz setelah menjalani perundingan teknis selama beberapa pekan. Kesepakatan tersebut disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei pada Sabtu (15/8/2026).
Baghaei mengatakan kepada Defa Press bahwa Iran dan Oman, sebagai dua negara pesisir yang berbatasan dengan jalur strategis tersebut, Pernah terjadi melakukan perundingan intensif selama tiga bulan. Perundingan dimulai setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 18 Juni yang mengatur pembentukan jalur pelayaran Terjamin di Selat Hormuz.
“Terlepas dari hambatan Amerika Serikat, pembicaraan Pernah terjadi mencapai kemajuan positif selama tiga pekan terakhir dan kesepakatan Pernah terjadi dicapai mengenai peta rute pelayaran,” kata Baghaei.
Menurut Baghaei, kesepakatan tersebut merupakan hasil koordinasi yang dipimpin Kementerian Luar Negeri Iran dengan melibatkan otoritas Lini belakang, keamanan, dan lingkungan.
Meski demikian, Iran dan Oman masih membahas Sebanyaknya persoalan yang belum diselesaikan, termasuk pernyataan bersama yang Nanti akan dikeluarkan Teheran dan Muscat.
“Pertukaran antara kedua negara Nanti akan terus berlanjut Sampai sekarang proses tersebut selesai,” ujarnya.
Baghaei menegaskan, pengaturan antara Iran dan Oman merupakan kesepakatan independen kedua negara pesisir yang bertujuan menjamin keselamatan pelayaran di selat tersebut dengan tetap menghormati kedaulatan kedua negara.
Meskipun demikian demikian, Ia mengatakan, pemulihan keamanan sepenuhnya dan kembali normalnya pelayaran komersial di Selat Hormuz bergantung pada penghentian tindakan AS yang disebutnya ilegal, termasuk ancaman militer serta blokade laut. Iran Bahkan menuntut kompensasi atas pelanggaran komitmen yang dilakukan AS selama dua bulan terakhir.
Perundingan tersebut merupakan bagian dari Perundingan teknis yang diluncurkan Sesuai aturan MoU Iran-AS. Kesepakatan itu menugaskan Teheran dan Muscat menyusun kerangka baru untuk mengatur pelayaran di Selat Hormuz.
Meski Iran dan Oman terus membahas rute pelayaran, Teheran berulang kali menyatakan bahwa keputusan untuk membuka kembali jalur perairan strategis tersebut tetap bergantung pada pemenuhan kewajiban Amerika Serikat Sesuai aturan nota kesepahaman tersebut.
sumber : Antara
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











