REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kritik terhadap Kepala Negara Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjelang Pemungutan Suara Rakyat paruh waktu November 2026 Di waktu ini datang dari dalam Partai Republik. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat AS dari South Dakota, Dusty Johnson, mengakui kurangnya fokus Trump pada persoalan yang dianggap lebih dekat dengan kepentingan pemilih dapat membuat perjuangan kandidat Republik menjadi lebih sulit.
Johnson menyampaikan pandangan itu dalam wawancara dengan Jake Tapper di CNN, Kamis (24/9/2026). Politikus Republik tersebut menilai masih terlalu dini untuk menganggap peluang partainya Pernah berakhir, tetapi ia mengingatkan pilihan isu yang dibicarakan Trump dapat berpengaruh terhadap kampanye Partai Republik dalam sekitar 40 hari terakhir Ke arah pemungutan suara.
“Saya pikir banyak orang Pernah menganggap peluang Partai Republik dalam Pemungutan Suara Rakyat November berakhir. Menurut saya, 40 hari sebelum Pemungutan Suara Rakyat masih terlalu dini untuk mengatakan demikian,” kata Johnson.
Sekalipun demikian, Johnson kemudian Menyediakan catatan penting. Menurut Ia, peluang Republik Nanti akan lebih baik Bila partainya dan Trump berbicara mengenai isu yang memiliki hubungan langsung dengan kehidupan pemilih.
Ia menyebut perbatasan, keterjangkauan biaya hidup, dan Sebanyaknya isu sosial sebagai contoh. Bertolak belakang dengan, Johnson menilai Partai Republik menghadapi persoalan Manakala perhatian politik justru tersedot ke isu lain yang tidak menjadi prioritas utama masyarakat.
“Peluang kami untuk menang jauh lebih baik Bila kami berbicara tentang perbatasan, tentang langkah-langkah nyata yang Pernah diambil terkait keterjangkauan biaya hidup, dan tentang upaya kami membalikkan sebagian hal tidak masuk akal yang terjadi dalam Konflik Bersenjata Kebiasaan,” kata Johnson.
Peringatan Johnson kemudian menjadi lebih terang. Ia secara khusus menyebut polemik Lake Ontario, proyek Reflecting Pool, Sampai sekarang perselisihan mengenai akses CNN terhadap kelompok wartawan yang meliput Gedung Putih.
“Bila Bertolak belakang dengan kita berbicara tentang Lake Ontario dan Reflecting Pool, serta tentang apakah CNN seharusnya menjadi bagian dari pool, saya pikir peluang Partai Republik Nanti akan jauh lebih buruk,” ujarnya.
Johnson kemudian menggunakan istilah “message discipline” atau disiplin pesan. Menurut Ia, Partai Republik Pada dasarnya memiliki Sebanyaknya isu yang dapat dibawa kepada pemilih, tetapi keuntungan politik tersebut berpotensi berkurang Bila perhatian beralih ke persoalan lain.
“Ketika saya berbicara tentang fokus, menurut saya Partai Republik membutuhkan disiplin pesan karena ada cerita yang bisa disampaikan, dan itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan Lake Ontario,” kata Johnson.
Pernyataan itu bukan pertama kalinya Johnson menyampaikan kritik mengenai fokus Trump. Beberapa hari sebelumnya, saat berbicara di hadapan Downtown Sioux Falls Rotary Club, South Dakota, Johnson Bahkan mengatakan pemerintahan dapat menghadapi masalah ketika kehilangan fokus. Ia secara spesifik mengaitkannya dengan kemampuan Partai Republik menghadapi Pemungutan Suara Rakyat November.
Johnson mengatakan kepada forum tersebut bahwa pemerintahan Trump dapat membangun dukungan ketika berbicara mengenai perbatasan, pemotongan Retribusi Negara bagi kelas menengah, serta isu sosial yang dianggapnya Pernah bergerak terlalu jauh. Sekalipun demikian, menurut Ia, pembicaraan mengenai Reflecting Pool dan perubahan nama Lake Ontario menunjukkan hilangnya fokus.
Loading…
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











