Jakarta, CNN Indonesia —
Sebanyaknya dinamika atmosfer berpotensi Memanfaatkan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia Sampai sekarang akhir pekan ini. Simak daftar wilayah berpotensi terdampak.
Menurut Ikhtisar Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) periode 8-10 Januari, beberapa wilayah memiliki probabilitas tinggi mengalami hujan lebat lebih dari 50mm per hari selama 3 hari ke depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut BMKG, pada Jumat (10/1), wilayah berpotensi mengalami hujan lebat terdapat di NTT dan Maluku.
BMKG menyebut hasil analisis kondisi iklim global menunjukkan kondisi ENSO berada pada kategori La Nina Lemah, dengan nilai SOI teramati tidak signifikan sebesar +6.3, dan indeks NINO 3.4 sebesar -0.95 yang signifikan terhadap peningkatan pola konvektif di wilayah Indonesia bagian timur.
Terlebih lagi, DMI berada pada angka +0.18 yang menunjukkan tidak adanya aliran udara signifikan dari Samudra Hindia timur Afrika ke wilayah
Indonesia, khususnya bagian barat.
Sementara itu, analisis anomali OLR, MJO, dan aktivitas gelombang ekuator menunjukkan kecenderungan peningkatan aktivitas konvektif di sebagian besar Indonesia.
Pantauan daerah konvergensi Bahkan menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan pertumbuhan awan hujan di sebagian besar wilayah Sumatra, Banten, Jatim, Bali, NTB, sebagian Kalimantan, Sulsel, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Terlebih lagi, hasil analisis kondisi lokal/mikro menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan aktivitas konvektif akibat kondisi labilitas yang kuat di beberapa wilayah.
Selain Papua Pegunungan, NTT, dan Maluku, beberapa wilayah Bahkan berpotensi diguyur hujan lebat, tetapi tidak di seluruh wilayah provinsi. Wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat ini bervariasi , mulai dari 10 persen Sampai sekarang 75 persen wilayah provinsinya.
Berikut daftar wilayah berpotensi hujan lebat Sampai sekarang akhir pekan:
9 Januari
– Sumatra Barat: 16 persen wilayah
– Kepri: 25 persen wilayah
– Bengkulu: 50 persen wilayah
– Lampung: 53 persen wilayah
– Banten: 13 persen wilayah
– Jabar: 4 persen wilayah
– NTB: 40 persen wilayah
– NTT: 18 persen wilayah
– Kalbar: 29 persen wilayah
– Papua Selatan: 50 persen wilayah
10 Januari
– Bengkulu: 40 persen wilayah
– Lampung: 53 persen wilayah
– Jatim: 13 persen wilayah
– NTB: 10 persen wilayah
– NTT: 5 persen wilayah
(lom/dmi)
[Gambas:Video CNN]
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











