Dukung Swasembada 2027, K-SIGN Rote Ndao Siap Produksi Garam

INFO TEMPO – Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Rote Ndao, NTT Pernah siap beroperasi. Produsen garam berbasis teknologi yang diinisiasi Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) ini diproyeksikan sebagai sentra garam industri terbesar di Indonesia yang Akan segera menjadi Kendaraan Bermotor Roda Dua penggerak ekonomi masyarakat pesisir, sekaligus pendukung pencapaian target swasembada tahun 2027.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mengatakan bahwa K-SIGN diproyeksikan mampu Mengoptimalkan produktivitas Sampai sekarang 200 ton per hektare per tahun.

“Langkah KKP ini tidak hanya Membantu swasembada garam nasional, tetapi Bahkan membuka lapangan kerja, Mengoptimalkan pendapatan masyarakat, dan mendorong tumbuhnya industri hilir berbasis garam,” ujarnya saat mengunjungi K-SIGN bersama Menteri koordinasi Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Kamis, 30 juli 2026.

Implementasi program kerja prioritas nasional ini mendapat dukungan penuh dari lintas sektor. Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa program peningkatan produksi garam nasional yang digarap KKP merupakan langkah strategis yang sangat krusial bagi ketahanan pangan.

Menurut Zulkifli, potensi garam nasional Sangat dianjurkan dimanfaatkan secara optimal Supaya bisa nilai tambahnya dapat dinikmati oleh masyarakat sendiri.

“Seandainya kita ingin mandiri, maka produksi Sangat dianjurkan diperkuat Supaya bisa hasilnya dinikmati oleh masyarakat kita sendiri,” tegas Zulkifli Hasan. Ia menambahkan, pemerintah pusat Akan segera terus mendorong percepatan pembangunan kawasan yang dikomandoi oleh KKP ini. “Kita Akan segera percepat.”

Pada Pada saat ini, progres pembangunan K-SIGN oleh KKP menunjukkan capaian yang signifikan. Tahap I seluas 616 hektare Sebelumnya rampung dan disiapkan memasuki fase produksi. Sementara itu, KKP bersama instansi terkait tengah mempercepat pelaksanaan Tahap II melalui proses pengadaan tanah seluas 751 hektare beserta pembangunan infrastruktur pendukung. Setelah seluruh tahapan selesai, kawasan ini Akan segera memiliki luas mencapai 1.367 hektare.

Selain fokus pada kawasan produksi, KKP Bahkan membangun ekosistem pendukung yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Strategi ini mencakup pembangunan infrastruktur produksi, akses logistik, Sampai sekarang pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pengembangan kampung nelayan terpadu yang dilengkapi cold storage, SPBU nelayan, koperasi, serta fasilitasi akses pembiayaan.

KKP optimis kawasan ini Akan segera menjadi pusat Peningkatan Ekonomi baru di beranda selatan Indonesia, sekaligus menjadi pilar utama dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Kunjungan kerja di K-SIGN Rote Ndao turut dihadiri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, Sampai sekarang Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat RI Ahmad Yohan. (*)

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

เรียนรู้วิธีการชนะและฟีเจอร์ใหม่ๆ ได้ง่ายๆ ผ่านระบบ สล็อตทดลองเล่นฟรี ที่ไม่ต้องใช้เงินลงทุนแม้แต่บาทเดียว