Siklon Nokaen Aktif, BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi


Jakarta, CNN Indonesia

‎Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 16 Sampai sekarang 19 Januari.

Merujuk pada keterangan resmi BMKG, dijelaskan Siklon Tropis Nokaen terpantau di Laut Filipina utara Malut dan Bibit Siklon Tropis 96S terpantau di Samudra Hindia selatan NTB yang memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut Sampai sekarang timur laut dengan kecepatan angin berkisar 8-25 knot.

Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari barat daya Sampai sekarang barat laut dengan kecepatan angin berkisar 8-30 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia selatan NTT dan Laut Arafuru.

‎Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1.25 – 2.5 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Kep. Mentawai, Laut Jawa bagian tengah, Selat Makassar bagian selatan, Laut Sumbawa, Teluk Bone, Laut Arafuru bagian tengah, Laut Sulawesi bagian timur.





Lalu Samudra Pasifik utara Papbar Daya, Samudra Pasifik utara Papua, Samudra Hindia barat Aceh, Laut Natuna Utara, Laut Jawa bagian timur, Laut Bali, Laut Flores, Laut Banda, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papbar.

Sedangkan pada gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2.5 – 4.0 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Kep. Mentawai, Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Jabar, Samudra Hindia selatan Jateng, Samudra Hindia selatan Jatim, Samudra Hindia selatan NTT

Kemudian Laut Arafuru bagian tengah, Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudra Hindia selatan NTB, Laut Arafuru bagian barat.‎

‎Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran.

BMKG mengimbau masyarakat waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m)

‎”Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi Supaya bisa tetap Setiap Waktu waspada,” dikutip dari keterangan resmi BMKG.

(yoa/dmi)

[Gambas:Video CNN]

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA