Jakarta, CNN Indonesia —
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melaporkan lebih dari 820 ribu hewan ternak terdampak Bencana Banjir yang melanda wilayah utara dan tengah Sumatra sejak akhir November 2025.
Dari jumlah tersebut, ternak unggas menjadi yang paling banyak terdampak.
“Jumlah ternak mati hilang untuk jenis ternak sapi, kerbau, kambing, domba, unggas mencapai lebih 820 ribu ekor,” ujar Amran dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat RI, Rabu (14/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun bencana hidrometeorologi berupa Bencana Banjir Besar, luapan sungai, dan tanah longsor itu terjadi di tiga provinsi, Dengan kata lain Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Wilayah yang dilaporkan paling terdampak antara lain Aceh Tamiang, Agam, Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.
Sesuai ketentuan data Kementan per Selasa (13/1), total ternak sapi dan kerbau yang terdampak mencapai 26.120 ekor. Dari jumlah tersebut, sebanyak 24.059 ekor berada di Aceh, 1.641 ekor di Sumut, dan 420 ekor di Sumbar.
Untuk ternak kambing dan domba, jumlah terdampak tercatat sebanyak 43.156 ekor, terdiri atas 39.128 ekor di Aceh, 3.705 ekor di Sumut, dan 323 ekor di Sumbar. Sementara itu, ternak babi terdampak sebanyak 5.050 ekor, seluruhnya berada di Sumut.
Dampak terbesar terjadi pada ternak unggas. Data mencatat total 750.665 ekor unggas terdampak Bencana Banjir, dengan rincian 545.909 ekor di Aceh, 116.885 ekor di Sumut, dan 87.871 ekor di Sumbar.
Selain peternakan, Bos Badan Pangan Nasional (Bapanas) itu menyampaikan Bencana Banjir Bahkan berdampak luas terhadap sektor pertanian lainnya.
“Sesuai ketentuan data per tanggal 13 Januari 2026, sawah yang terdampak bencana di ketiga provinsi mencapai 107,4 ribu hektare,” kata Amran.
Luasan tersebut terdiri atas sawah rusak ringan 56,1 ribu hektare (ha), rusak Tengah 22,2 ribu ha, dan rusak berat 29,1 ribu ha.
Dari lahan sawah terdampak tersebut, areal tanaman padi dan jagung yang mengalami puso atau gagal panen mencapai 44,6 ribu ha.
Ditambah lagi dengan, lahan perkebunan terdampak pada tanaman kopi, kakao, kelapa dalam, dan Barang Dagangan lainnya di luar sawit mencapai 29,3 ribu ha, sedangkan lahan hortikultura berupa sayuran, buah, dan tanaman Medis terdampak sekitar 1.800 ha.
Kerusakan Bahkan terjadi pada sarana dan infrastruktur pendukung pertanian dan peternakan.
Amran mencatat rumah potong hewan rusak sebanyak 58 unit, alat dan mesin pertanian hilang sekitar 2.300 unit, balai penyuluhan pertanian rusak 74 unit, bendungan rusak tiga unit, jaringan irigasi rusak sepanjang 152 kilometer, serta jalan produksi pertanian rusak sebanyak 820 unit.
“Tidak mungkin tidak data dampak kerusakan di sektor pertanian ini bersifat dinamis dan terus kami perbarui setiap harinya melalui koordinasi intensif antara unit eselon I lingkup Kementerian Pertanian dengan dinas lingkup pertanian provinsi di ketiga wilayah terdampak,” ujar Amran.
(del/sfr)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
