Jakarta –
Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Agus Jamaludin, memaparkan Sebanyaknya masalah kesehatan yang dilaporkan setelah gempa bumi melanda wilayah Kepulauan Flores, NTT (NTT). Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi penyakit yang paling banyak dilaporkan.
Dalam pemaparannya, Agus menyebut terdapat 9.668 kasus ISPA yang tersebar di tujuh kabupaten terdampak gempa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain ISPA, Bahkan ditemukan kasus gigitan hewan penular rabies. Berikut distribusi penyakit yang banyak dilaporkan setelah gempa NTT periode 15-25 Agustus 2026:
- ISPA/Batuk 9.668
- Hipertensi 4.686
- Myalgia 1.017
- Trauma 662
- Diarea/GEA 627
- Gastritis 571
- Dispepsia 487
- Diabetes 392
- Penyakit Kulit 347
- Low Back Pain 283
Laporan tertinggi kasus ISPA sebanyak 9.668 kasus di Kabupaten Manggarai, Sikka, Nagekeo, Manggarai Barat, Ende, Ngada, dan Manggarai Timur. Terdapat kasus gigitan hewan penular rabies sebanyak 35 kasus di Kab Nagekeo, Ngada, dan Manggarai Timur.
“Alhamdulilah Sudah divaksinasi semua,” kata Agus dalam konferensi pers, Rabu (26/8/2026),
(suc/up)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
