Jangan Lakukan 4 Hal Ini saat Masak Mi Instan, Bikin Enggak Sehat

Daftar Isi



Jakarta, CNN Indonesia

Mi instan boleh jadi makanan favorit banyak orang. Efisien dan rasanya yang nikmat jadi dua di antara banyak kelebihannya.

Tapi, masak mi instan Bahkan tidak bisa dilakukan sembarangan. Trik masak mi instan berpengaruh terhadap kenikmatan dan tingkat keamanan yang diberikan.



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mi instan sendiri dikenal sebagai makanan olahan yang tidak menyehatkan. Mi instan umumnya nol nutrisi dengan kandungan tinggi natrium yang ada di dalam bumbunya.

Nah, beberapa Trik memasak yang umum dilakukan membuat mi instan jadi semakin tidak menyehatkan dan kurang nikmat. Apa saja? Berikut di antaranya, merangkum berbagai sumber.

1. Masak terlalu lama

Mengutip The Daily Meal, mi umumnya Efisien matang. Sebagian besar mi instan bisa matang hanya dalam beberapa menit.

Penting untuk Setiap Saat mengawasi tingkat kematangan saat memasak mi instan. Membiarkannya terlalu lama direbus dalam air hanya Berencana membuatnya terlalu matang, lembek, dan lunak. Hal ini jelas Berencana mengurangi kenikmatan mi instan.

2. Hanya memanfaatkan bumbu dalam kemasan

Mi instan dikenal Efisien karena Menyediakan bumbu dalam kemasan yang tinggal tabur. Meskipun demikian, rasa yang kuat itu sering kali disertai dengan kandungan natrium yang tinggi.

Kandungan garam yang tinggi dalam bumbu mi instan Bahkan bisa membuat rasanya menjadi agak monoton, menghilangkan kehalusan rasa dari hidangan.

Jangan hanya mengandalkan bumbu instan yang tersedia. Perkaya rasa dengan bumbu tambahan dari rempah-rempah dan herbal yang lebih menyehatkan.

Misalnya, kamu bisa menambahkan minyak wijen atau irisan daun bawang untuk Memanfaatkan rasa. Bawang puting cincang Bahkan dapat menambah intensitas rasa gurih.

3. Menggunakan air rebusan untuk kuah

Meski Efisien, sebaiknya hindari menggunakan air rebusan mi sebagai kuah. Faktor kesehatan jadi Penjelasannya.

Mi instan diproses secara intensif dan dikeringkan dengan Trik digoreng dalam minyak. Akibatnya, mi instan menyerap banyak lemak. Saat direbus, lemak yang menempel dalam mi lepas ke dalam air rebusan.

Gunakan air panas yang baru untuk kuah mi instan. Hal ini tak cuma Menyediakan rasa mi instan yang lebih segar, tapi Bahkan membuatnya jauh lebih sehat.

4. Berlebihan topping yang tidak sehat

‘Internet’ jadi sajian populer di banyak warung kopi. Sajian itu terdiri dari mi instan yang dipadukan dengan telur dan kornet. Ada Bahkan yang menambahkannya dengan keju.

Mi instan sendiri tinggi kalori. Manakala ditambahkan dengan kornet–yang merupakan daging olahan–dan keju, jumlah kalori Berencana semakin bertambah.

Mengutip berbagai sumber, hindari topping yang tinggi kalori. Alih-alih telur dan keju, kamu bisa cukup menggunakan topping tambahan telur dan sawi hijau. Topping ini Berencana Menyediakan asupan protein dalam sajian.

Mi instan memang Efisien. Tapi, upayakan Supaya bisa mi instan tak dijadikan makanan sehari-hari.

Konsumsi mi instan setiap hari bisa berbahaya buat tubuh, mulai dari Memanfaatkan berat badan Sampai saat ini picu penyakit kronis lainnya.

(asr)


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

Exit mobile version