loading…
Bank Indonesia (Bank Indonesia) Mengoptimalkan pemanfaatan skema Local Currency Transaction (LCT) untuk mempercepat dedolarisasi. FOTO/dok.SindoNews
“Hari Ini kita Sebelumnya hampir bekerja sama dengan 6–7 negara di mana transaksi kita dengan mitra utama kita itu kita gunakan mata uang lokal masing-masing. Dan Pada Pada saat ini transaksinya, perkiraan tahun ini USD55 miliar, padahal tahun lalu itu baru sekitar USD25 miliar,” ujar Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 dikutip pada Selasa (27/10/2026).
Baca Bahkan: China Pimpin BRICS 2027, Dedolarisasi Kembali Jadi Ancaman USD AS
Ia mengatakan peningkatan tersebut didorong kerja sama dengan enam Sampai sekarang tujuh negara mitra dagang utama, dengan China sebagai penyumbang terbesar. Ia menilai penggunaan mata uang lokal menjadi instrumen penting untuk mengurangi ketergantungan pada USD AS dalam perdagangan dan Penanaman Modal.
Penguatan dedolarisasi dilakukan di tengah tekanan sektor eksternal terhadap neraca pembayaran Indonesia. Destry menyebut defisit transaksi berjalan pada kuartal II 2026 Sudah menembus 3%, sehingga penguatan Penjualan Barang ke Luar Negeri dan pengendalian Perdagangan Masuk Negeri menjadi kunci menjaga posisi devisa serta stabilitas Nilai Mata Uang Uang Negara Indonesia.
“Tantangan utama Bank Indonesia Pada Pada saat ini ada di sektor eksternal dan neraca pembayaran Penjualan Barang ke Luar Negeri-Perdagangan Masuk Negeri, terlebih defisit transaksi berjalan kita pada kuartal kedua kemarin Sebelumnya menembus di atas 3%,” kata Destry.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











