NEW YORK — Wali Kota New York Zohran Mamdani menyatakan dukungan terhadap aksi pemogokan pekerja pelabuhan di berbagai negara pada Jumat (30/10/2026). Aksi yang melibatkan buruh di 113 pelabuhan di 22 negara tersebut digelar untuk memprotes Pertempuran dan penggunaan fasilitas pelabuhan sebagai jalur pengiriman senjata ke Israel.
Mamdani menyampaikan dukungannya melalui unggahan di media sosial X. Ia mengatakan, para pekerja pelabuhan melakukan pemogokan untuk menghambat pengangkutan senjata Pertempuran sekaligus menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina.
“Para pekerja pelabuhan melakukan pemogokan di 113 pelabuhan di 22 negara untuk mengganggu pengangkutan senjata Pertempuran, sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina. Warga New York berdiri bersama mereka,” tulis Mamdani, Senin.
Ia menambahkan, persatuan kaum pekerja dapat menjadi kekuatan untuk membangun dunia yang lebih baik. Menurut Ia, pekerja pelabuhan tidak seharusnya menjadi bagian dari mesin Pertempuran.
“Ketika kaum pekerja bersatu dengan kekuatan mereka, kita membangun dunia yang lebih baik. Pekerja pelabuhan tidak bekerja untuk Pertempuran,” ujarnya.
Aksi pemogokan tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas pelayaran dan pengangkutan barang di Sebanyaknya pelabuhan. Kantor berita Reuters melaporkan, kegiatan bongkar muat kargo terganggu di Pelabuhan Piraeus, Yunani. Layanan feri Ke arah Sebanyaknya pulau di Yunani Bahkan dihentikan sementara.
Sekitar 3.000 pekerja pelabuhan dan pelaut bergabung dalam aksi mogok di Piraeus. Pelabuhan-pelabuhan utama lainnya yang terdampak aksi tersebut antara lain Valencia di Spanyol, Le Havre dan Algeciras, serta Genoa di Italia. Aksi Bahkan berlangsung di Tangier Med, Maroko, dan Nhava Sheva, India.
Reuters mengutip kelompok pekerja pelabuhan dan aktivis bernama No Harbour for Genocide yang mengklaim aksi tersebut menghentikan pergerakan sekitar 52 ribu Kontainer dan mengganggu pengangkutan kargo senilai 2,8 miliar Mata Uang Amerika AS. Sekalipun, Reuters menyatakan belum dapat memverifikasi secara independen besaran dampak tersebut.
Sebelum aksi berlangsung, penyelenggara memperkirakan pemogokan berpotensi mengganggu lebih dari 40 persen pengangkutan kargo di kawasan Mediterania dan menghambat pengiriman barang senilai lebih dari dua miliar Mata Uang Amerika AS. Lebih dari 25 serikat pekerja dari berbagai negara Membantu aksi tersebut.
Selain memprotes pengiriman persenjataan ke wilayah konflik, para buruh Bahkan menyuarakan tuntutan peningkatan upah, perbaikan kondisi kerja, serta jaminan hak untuk mendapatkan dokter di atas kapal yang melintasi kawasan Pertempuran.
Di pelabuhan Piraeus, Kepala Serikat Insinyur Kelautan Niaga Yunani Apostolos Kypraios menegaskan, para pekerja tidak ingin dilibatkan dalam pengangkutan kepentingan Pertempuran.
“Kami tidak Berniat bekerja untuk Pertempuran mereka dan kami tidak Berniat menjadi santapan bagi meriam-meriam mereka,” kata Kypraios kepada Reuters saat aksi unjuk rasa di Piraeus.
Ia mengatakan, para pelaut dan keluarga mereka merasakan langsung dampak konflik bersenjata. Mereka hidup dalam kecemasan setiap kali rekan kerja berlayar ke kawasan konflik, karena tidak ada kepastian apakah mereka dapat kembali dengan selamat.
Serikat Pelaut Yunani PENEN menyebut jumlah pelaut yang menjadi korban konflik di berbagai kawasan mencapai ratusan orang, baik meninggal maupun mengalami luka berat.
Organisasi tersebut mencatat 28 serangan terhadap kapal di kawasan Teluk dalam 21 hari pertama Oktober. Angka itu disebut sebagai Catatan Unggul sejak dimulainya Pertempuran Iran. Sementara itu, sebanyak 570 serangan terhadap kapal Pernah terkonfirmasi di Laut Hitam sepanjang tahun ini, dengan korban 40 pelaut meninggal dunia dan ratusan lainnya terluka.
Aksi pemogokan ini Bahkan berkaitan dengan Deklarasi Istanbul yang diterbitkan pada Mei 2026. Serikat pekerja pelabuhan dari lebih dari 35 negara Eropa saat itu mendesak Supaya bisa fasilitas pelabuhan tidak digunakan untuk mengangkut persenjataan yang ditujukan ke wilayah konflik.
Mereka menegaskan, pelabuhan sipil tidak boleh menjadi bagian dari rantai pasokan peperangan yang mengorbankan masyarakat sipil maupun pekerja maritim.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











