Jakarta, CNN Indonesia —
Pengusaha yang diduga berbasis di Uni Emirat Arab (UEA) Aziza Al Ahmadi mengirim potongan kiswah Ka’bah dari Mekkah ke predator seksual Jeffrey Epstein di Amerika Serikat.
Obrolan soal kiriman itu tertuang dalam dokumen yang dirilis Kementerian Kehakiman AS terkait kasus Epstein pada pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam berkas tersebut, pengiriman kiswah diatur melalui kontak Uni Emirat Arab (UEA)
Aziza, yang disebut-sebut warga Arab Saudi, bekerja sama dengan seseorang bernama Abdullah Al-Maari untuk mengatur pengiriman tiga potongan Kiswah.
Bagi umat Muslim, kiswah punya makna simbolis dalam agama. Setiap tahun, kain tersebut dilepas dari Kabah dan diganti yang baru.
Interaksi pebisnis yang tinggal di UEA dan Epstein menunjukkan barang-barang tersebut dikirim melalui angkutan udara dari Arab Saudi ke Florida melalui British Airways, dengan koordinasi yang mencakup faktur, pengaturan bea cukai, dan pengiriman di Amerika Serikat.
[Gambas:Video CNN]
Pesan-pesan tersebut menjelaskan tiga bagian terpisah: satu dari dalam Ka’bah, satu dari kain penutup luar yang digunakan, dan yang ketiga terbuat dari bahan yang sama tetapi tidak digunakan.
Korespondensi tersebut menjelaskan bagian yang tak digunakan sebagai Trik untuk mengklasifikasi pengiriman disebut sebagai “karya seni.”
Barang-barang itu tiba di rumah Epstein pada Maret 2017, tahun setelah ia menjalani hukuman penjara dan terdaftar sebagai pelaku kejahatan seksual.
Dalam sebuah email , Aziza menggarisbawahi makna religius kain tersebut kepada Epstein.
“Kain hitam itu Pernah disentuh setidaknya 10 juta umat Muslim dari berbagai denominasi, Sunni, Syiah, dan lainnya,” tulis Ia, dikutip Middle East Eye, Senin (2/2).
Aziza Bahkan menjelaskan umat Muslim jtu mengelilingi Ka’bah tujuh putaran, lalu setiap orang berusaha sebisa Mungkin untuk menyentuhnya.
“Dan mereka meletakkan doa, harapan, air mata, dan keinginan mereka di bagian itu. Dengan harapan Berikutnya semua doa mereka Berniat dikabulkan,” tambah Ia.
Justru, surat-menyurat tersebut tak menjelaskan muasal Aziza mengenal Epstein atau mengapa barang-barang itu dikirim kepadanya.
Dalam serangkaian email lain, Aziza bertanya kabar Epstein setelah Badai Irma melanda pulau Ia di Karibia pada 2017 lalu.
Pulau Little Saint James, demikian sebutan pulau itu, digunakan sebagai basis operasi perdagangan seks Epstein.
Kembali lagi soal Aziza, Ia berulang kali menghubungi sekretaris Epstein untuk menanyakan keadaannya di pulau itu.
“Semua orang selamat dan itu Yang paling menarik beberapa bangunan hancur, pohon-pohon tumbang, paviliun dermaga hancur, jalan tidak bisa dilalui, kerusakan di luar lainnya, tetapi di dalam baik-baik saja. Ini berantakan tetapi semuanya bisa dibangun kembali! terima kasih atas pengecekannya,” tulis sekretaris Epstein.
Aziza lalu menjawab: “Janji Berniat mengirimkan tenda baru ;).”
Epstein jarang berkomunikasi langsung dengan Aziza dalam korespondensi tersebut.
Email-email itu Bahkan tak menunjukkan apakah Aziza pernah mengunjungi pulau Epstein atau memahami sepenuhnya apa yang terjadi di sana.
Dalam pesan lain, asisten Epstein yang Pernah lama bekerja dengannya, Lesley Groff, mengirimkan alat uji DNA kepada Aziza. Tak jelas untuk apa alat itu digunakan.
Di email lain, Aziza meminta bantuan Groff Supaya bisa bisa bertemu Epstein.
“Bisakah saya mampir ke rumah Jeffrey hari ini sebelum saya meninggalkan New York City? Untuk mengucapkan selamat tinggal dan selamat ulang tahun. Saya hanya butuh 15 menit,” kata Ia.
(isa/bac)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
