Berbagai tren kesehatan instan menarik perhatian publik Di waktu ini. Salah satu yang digandrungi dan sering berseliweran di media sosial Merupakan praktik manipulasi sendi atau yang populer disebut sebagai “pijat kretek” tulang.
Banyak konten memperlihatkan bagaimana seorang terapis atau praktisi membunyikan bagian leher, punggung, atau pinggang pasien, yang langsung diikuti dengan klaim kesembuhan kilat.
Di balik tingginya antusiasme masyarakat yang mendambakan kebugaran instan, dokter spesialis ortopedi dan traumatologi dari Siloam Hospitals Mampang, dr Paul Jonathan, SpOT (CF-Spine), M.Kes mengingatkan potensi bahaya tersembunyi di balik praktik tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sensasi Lega Instan dan Klaim Perubahan Postur Kaki
Praktik kretek tulang yang banyak dibagikan di internet sering kali menampilkan narasi yang terkesan ajaib.
Mulai dari pasien yang merasa badannya jauh lebih ringan usai sendinya dibunyikan, Sampai sekarang klaim kaki seseorang yang awalnya tampak panjang sebelah mendadak menjadi sama panjang hanya dalam sekali sentakan.
Bagi orang awam, tindakan ini tampak sangat meyakinkan dan dianggap sebagai solusi Mudah untuk mengatasi pegal-pegal.
Bisa Mematikan Manakala Dilakukan Sembarangan
Sekalipun, dr Paul menegaskan, sensasi “lega” tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa akar permasalahan medis pasien Sebelumnya disembuhkan.
Melakukan manipulasi mekanik berupa tarikan atau dorongan paksa untuk menghasilkan bunyi “kretek” tanpa diagnosis klinis yang akurat dapat memicu trauma pada ligamen dan kapsul sendi.
“Kalau untuk kretek, sejujurnya saya tidak menyarankan,” tegas dr Paul saat ditemui di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
“Saya tidak menyarankan, terutama karena di servikal, di leher servikal ini, ada pembuluh darah penting. Jadi kalau orang yang nggak ngerti, melakukan manuver, itu bisa menyebabkan pecah pembuluh darah dan bisa menyebabkan kematian,” lanjutnya.
Penjelasan Medis di Balik Bunyi “Kretek”
Bunyi “kretek” yang ditimbulkan saat melakukan dorongan dan tarikan tersebut ternyata berasal sendi. dr Paul menyebutnya sebagai popping, Dikenal sebagai ketika sendi mengeluarkan bunyi seperti letupan kecil saat digerakkan.
Dalam dunia medis, kondisi ini sering disebut sebagai krepitasi atau kavitasi.
“Bunyi ‘kretek’ itu sebetulnya bunyi yang disebabkan karena popping dari sendi. Nah, itu sebetulnya popping dari sendi. Nah, itu sebenernya kretek sebenernya. Popping dari sendi di facet joint ini,” jelasnya.
“Jadi ya sebetulnya dibilang penting-penting amat Bahkan enggak sebetulnya untuk sampai bunyi,” katanya.
Pentingnya Konsultasi dengan Ahli
dr Paul mendorong pasien untuk senantiasa berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis ortopedi atau tenaga medis profesional. Ia Bahkan menyarankan untuk berolahraga mandiri Manakala ingin tubuh menjadi lebih Segar.
“Jadi, lebih baik stretching sendiri aja. Atau kalau Ingin ke teman-teman rehab medik, ke teman-teman fisioterapis yang Sebelumnya resmi, ada pendidikannya di Indonesia untuk dilatih untuk supaya menguatkan otot,” sarannya.
Halaman 2 dari 2
Simak Video “Dokter Ortopedi soal ‘Kretek Tulang’: Sangat Tidak Dianjurkan“
[Gambas:Video 20detik]
(aur/up)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
