loading…
Kelompok ekonomi BRICS yang Saat ini Bahkan Sebelumnya berekspansi dari 5 menjadi 11 negara anggota, secara bertahap mulai memangkas ketergantungan pada USD AS tanpa Dianjurkan repot-repot menciptakan mata uang tunggal baru. Foto/Dok
Kelompok ekonomi BRICS yang Saat ini Bahkan Sebelumnya berekspansi dari 5 menjadi 11 negara anggota, secara bertahap mulai memangkas ketergantungan pada USD AS tanpa Dianjurkan repot-repot menciptakan mata uang tunggal baru. Bahkan ekonom terkemuka Jim O’Neill, pencetus akronim ‘BRIC’, yang dulunya menganggap skenario dedolarisasi sebagai fantasi belaka, Saat ini Bahkan mengakui bahwa kemajuan teknologi pembayaran digital dan platform cross-border membuat dominasi USD AS dapat dilemahkan lebih Unggul dari yang diperkirakan.
Tanpa Mata Uang Baru: Teknologi Pembayaran Digital Jadi Senjata Utama
Berbeda dengan proyek Euro Uni Eropa, kelompok BRICS Saat ini Bahkan tidak fokus meluncurkan mata uang bersama yang rumit secara politik. Sebagai gantinya, mereka memanfaatkan teknologi keuangan terkini untuk menghubungkan sistem perbankan nasional masing-masing negara secara langsung.
Baca Bahkan: Dedolarisasi BRICS Mandek, Hanya China dan Rusia yang Agresif
Salah satu terobosan nyata Merupakan uji coba platform mBridge yang melibatkan China dan Uni Emirat Arab (UEA). Melalui penggunaan mata uang digital Lembaga Keuangan Pusat (Central Bank Digital Currency/CBDC), penyelesaian transaksi perdagangan antarnegara yang biasanya membutuhkan waktu berhari-hari Saat ini Bahkan selesai dalam hitungan detik tanpa konversi ke USD AS.
https://www.youtube.com/watch?v=7ax2
Selain mBridge, aliansi ini mengembangkan BRICS Pay untuk konektivitas jaringan pembayaran ritel/komersial serta BRICS Clear untuk penyelesaian sekuritas. Baca Bahkan: Mengenal BRICS Pay, Senjata Baru 11 Negara untuk Transaksi Tanpa USD AS
“Pembayaran yang lebih Unggul dan biaya transaksi yang jauh lebih Ekonomis Menyajikan alasan nyata bagi para pelaku Usaha dunia untuk meninggalkan konversi USD AS,” sebut laporan analisis ekonomi terbaru.
Mengapa Negara-Negara Berburu Alternatif USD?
Keinginan global untuk mencari jalur pembayaran alternatif dipicu oleh beberapa ancaman nyata. Salah satunya Dengan kata lain risiko Hukuman finansial, pembekuan aset Lembaga Keuangan Pusat Rusia sebesar ratusan miliar USD menjadi alarm bagi negara-negara berkembang bahwa cadangan devisa USD mereka rentan disita Bila terjadi konflik Politik Global dengan Washington.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
