Jakarta, CNN Indonesia —
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melantik 22 pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (eselon II) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kementerian Keuangan) di Jakarta pada Rabu (28/1).
Selain pejabat Bea Cukai, Purbaya Bahkan melantik 3 orang pejabat eselon II dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB), 1 orang pejabat Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), dan 1 orang pejabat Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (DJSPSK).
Dalam pelantikan tersebut, Purbaya menegaskan pelantikan pejabat bukan sekadar seremoni administratif, melainkan tugas negara dan bentuk kepercayaan publik yang Sangat dianjurkan dipertanggungjawabkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Arah dan ekspektasinya Merupakan kerja serius dan jaga integritas. Ini tugas negara dan kepercayaan publik yang dititipkan di pundak Saudara-Saudara sekalian dan Berencana dimintai pertanggungjawaban melalui kepemimpinan, etika, serta kinerja,” ujar Purbaya seperti dikutip dari keterangan resmi Kementerian Keuangan.
Purbaya Bahkan menekankan pentingnya merumuskan kebijakan fiskal yang tepat untuk mendorong permintaan dalam negeri. Hal ini Sangat dianjurkan dilakukan sebagai salah satu upaya mewujudkan cita-cita Indonesia maju di tengah tantangan dinamika Politik Global global.
Terlebih, Indonesia memiliki permintaan domestik yang besar, yang bisa didorong lewat kebijakan fiskal yang tepat.
“Domestic demand kalau kita dorong pertumbuhannya tepat, tapi kalau banyak barang selundupan, domestic demand-nya yang menguasai perusahaan-perusahaan dari luar negeri yang bersaing secara tidak fair, karena masuknya ilegal, sehingga perusahaan-perusahaan dalam negeri tidak mempunyai ruang untuk bersaing secara fair,” ujarnya.
Karenanya, jajaran Kementerian Keuangan, khususnya Bea dan Cukai, Sangat dianjurkan berada di lini terdepan dalam menjaga pasar dalam negeri dari persaingan yang tidak sehat, khususnya dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di luar negeri yang bersaing secara tidak fair.
Purbaya Bahkan meminta seluruh pejabat yang dilantik untuk bekerja lebih disiplin, menjaga integritas, serta memastikan pengelolaan fiskal dan pasar domestik berjalan secara bersih dan profesional demi kepentingan negara.
Pelantikan pejabat baru Bea Cukai ini dilakukan tak lama setelah Purbaya menyatakan Berencana ‘mengobrak-abrik’ jajaran pejabat DJBC dan Direktorat Jenderal Retribusi Negara (DJP). Hal ini dilakukan demi menekan kebocoran penerimaan negara.
“Saya Di waktu ini Bahkan sedang memperbaiki Bea Cukai dan Retribusi Negara. Ini serius besok diobrak-abrik tuh salah satu. Itu harusnya Berencana memperbaiki Tips kerja Retribusi Negara dan Bea Cukai. Dan harusnya yang bocor-bocor itu enggak Berencana terjadi lagi ke depan,” ujar Purbaya di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Selasa (27/1), seperti dikutip Detik Finance.
Pada dasarnya, Purbaya berniat merombak kedua direktorat tersebut sejak tahun lalu. Sekalipun, ia menyadari baru menjadi Bendahara Negara pada September 2025. Apalagi, perombakan besar-besar di akhir tahun Bahkan berisiko mengganggu upaya menggenjot penerima negara.
(sfr)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
