Waspada, Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes

Daftar Isi



Jakarta, CNN Indonesia

Kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari ternyata dapat memberi dampak besar pada kesehatan metabolik terutama gula darah.

Bahkan, tanpa disadari pola hidup tertentu bisa Mengoptimalkan risiko diabetes tipe 2, meski usia dan faktor genetik Bahkan turut berpengaruh.



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Misalnya kebiasaan tidak sarapan, duduk terlalu lama, Sampai sekarang kebiasaan mengonsumsi makanan olahan. Hal-hal tersebut Mungkin terlihat sepele, tetapi Manakala dilakukan setiap hari bisa berdampak pada kesehatan. 

Melansir dari AARP, beberapa kebiasaan berikut Sangat dianjurkan diwaspadai karena bisa Mengoptimalkan risiko diabetes.

1. Melewatkan sarapan

Ilustrasi. Kebiasaan sehari-hari berikut dapat memberi dampak besar pada kesehatan metabolik terutama gula darah dan Mengoptimalkan risiko diabetes. (iStock/FreshSplash)

Banyak perdebatan mengenai manfaat sarapan bagi kesehatan. Sebuah studi yang dipublikasikan The Journal of Nutrition menunjukkan bahwa orang yang sering melewatkan sarapan memiliki risiko diabetes lebih tinggi dibanding mereka yang rutin makan pagi.

Menurut Melinda Maryniuk, ahli gizi di Boston, melewatkan sarapan membuat seseorang cenderung makan lebih banyak sepanjang hari. Secara tidak sadar, porsi makan membesar karena merasa menghemat kalori di pagi hari.

Hal terpenting saat sarapan yang Dianjurkan diperhatikan Merupakan mengombinasikan protein, lemak sehat, dan karbohidrat kaya serat misalnya roti gandum, telur, smoothie dari yogurt, atau alpukat.

2. Duduk terlalu lama tanpa bergerak

Banyak orang memahami pentingnya Olahraga, tetapi tidak menyadari bahwa duduk terlalu lama Bahkan dapat Mengoptimalkan risiko diabetes.

Sebuah studi dari Diabetes Care yang melibatkan lebih dari 475.000 orang, menemukan bahwa mengganti 30 menit waktu duduk setiap hari dengan Olahraga menurunkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 6 Sampai sekarang 31 persen.

Untuk menghentikan kebiasaan duduk terlalu lama, bisa mulai dengan melakukan peregangan saat menonton televisi, berjalan sambil menerima telepon, atau mengatur alarm untuk berdiri setiap setengah jam.

3. Kurang tidur

Kurang tidur bukan hanya membuat lelah, tetapi Bahkan dapat mengganggu regulasi gula darah. Studi menunjukkan lebih dari 337.000 orang mengalami sulit tidur karena memiliki kadar gula darah tinggi dibandingkan dengan tidur nyenyak.

Saat tubuh kurang tidur, kadar hormon stres seperti kortisol meningkat yang dapat menyebabkan lonjakan gula darah.

Kualitas tidur yang buruk Bahkan memicu rasa lapar berlebihan dan Mengoptimalkan keinginan makan makanan manis atau kaya karbohidrat. Kombinasi ini dapat Mengoptimalkan risiko obesitas dan diabetes tipe 2.

4. Merokok

Menurut Pusat Pengendalian dan Proteksi, merokok Mengoptimalkan risiko diabetes sebesar 30 Sampai sekarang 40 persen. Merokok berperan dalam jutaan kasus diabetes di seluruh dunia.

Untuk berhenti merokok, dokter dapat merekomendasikan terapi pengganti nikotin (permen hisap, permen karet, semprotan hidung) atau Resep penghenti rokok (seperti chatix dan zyban).

5. Mengonsumsi makanan olahan

Makanan olahan seperti sereal manis, daging olahan, camilan kemasan, dan makanan siap saji dapat mengakibatkan risiko diabetes.

Setiap peningkatan 10 persen konsumsi makanan olahan berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes sebesar 15 persen.

Orang yang sering mengonsumsi makanan olahan cenderung makan lebih banyak kalori dan lebih jarang merasa kenyang sehingga berisiko mengalami kenaikan berat badan. Oleh karena itu, pola makan ini sering berujung pada resistensi insulin.

6. Kurangnya interaksi sosial dengan orang sekitar

Merasa kesepian dalam jangka panjang Bahkan dapat Mengoptimalkan risiko diabetes. Studi dari Diabetologia menemukan bahwa orang yang merasa sangat kesepian memiliki risiko dua kali lipat terkena diabetes tipe 2.

Para peneliti mengatakan bahwa lebih fokus pada kualitas hubungan sosial, dibandingkan kuantitasnya dapat Mendukung menurunkan risiko diabetes tipe 2..

(nga/juh)


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

Exit mobile version