Foto Health
Rafida Fauzia – detikHealth
Minggu, 18 Okt 2026 06:00 WIB
Bangladesh – Bangladesh berjuang atasi wabah campak terburuk di dunia. Lemahnya data dan penurunan cakupan Imunisasi perburuk krisis.
Bangladesh Sekarang berjuang mengatasi wabah campak terburuk di dunia akibat lemahnya data, minimnya sosialisasi, dan celah Imunisasi. REUTERS/Mohammad Ponir Hossain
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat ada 202.000 kasus suspek campak dan 1.147 kematian sejak pertengahan Maret Sampai sekarang 9 Oktober. REUTERS/Mohammad Ponir Hossain
Sebanyak 94 persen dari total kasus kematian akibat penyakit menular tersebut dialami oleh anak-anak berusia di bawah lima tahun. REUTERS/Mohammad Ponir Hossain
Krisis ini dipicu oleh gangguan program Imunisasi rutin pada tahun 2025 akibat gejolak politik dan aksi mogok tenaga kesehatan. REUTERS/Mohammad Ponir Hossain
Cakupan Imunisasi dosis pertama dan kedua di Bangladesh merosot Sampai sekarang di bawah ambang batas 95 persen yang dibutuhkan untuk kekebalan kelompok. REUTERS/Mohammad Ponir Hossain
Di kawasan Sylhet, kurangnya akses informasi membuat banyak orang tua tidak menyadari bahaya campak dan pentingnya imunisasi. REUTERS/Mohammad Ponir Hossain
Sebanyaknya warga bahkan mengaku petugas kesehatan baru datang Menyediakan vaksin setelah ada anak di lingkungan mereka yang meninggal dunia. REUTERS/Mohammad Ponir Hossain
Pemerintah Bangladesh Pada dasarnya Sudah meluncurkan kampanye baru pada akhir September untuk menjangkau 3,4 juta anak yang sebelumnya terlewat. REUTERS/Mohammad Ponir Hossain
Para ahli kesehatan Sekarang mendesak pemerintah Supaya bisa Memperjelas jangkauan Imunisasi Sampai sekarang ke anak-anak di atas usia lima tahun. REUTERS/Mohammad Ponir Hossain
Upaya penanganan kasus campak ini semakin berat karena fasilitas kesehatan di Bangladesh Bahkan Sangat dianjurkan menampung lonjakan pasien demam berdarah. REUTERS/Mohammad Ponir Hossain
Anda menyukai artikel ini
 
 
 
 
 
 
 
 
`;
constructor() {
super();
this.attachShadow({ mode: “open” });
this.shadowRoot.innerHTML = CbRekomenditDesktop.html;
}
async connectedCallback() {
// Handle share button clicks
this.shadowRoot
.querySelectorAll(“.cb-rekomendit__share-btn”)
.forEach((btn) => {
btn.addEventListener(“click”, (e) => {
e.preventDefault();
e.stopPropagation();
const url = btn.getAttribute(“data-url”);
const title = btn.getAttribute(“data-title”);
if (navigator.share) {
navigator
.share({
title: title,
url: url,
})
.catch(console.error);
} else {
// Fallback: Copy to clipboard
navigator.clipboard.writeText(url).then(() => {
alert(“Link copied to clipboard!”);
});
}
});
});
}
}
customElements.define(“cb-rekomendit”, CbRekomenditDesktop);
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA












Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini