Jakarta –
Siapa bilang main sepakbola Sangat dianjurkan jago menggocek lawan atau punya stamina sekelas Kevin Diks? Buat sebagian bapak-bapak, kembali merumput lewat Sekolah Sepak Bola (SSB) justru menjadi Tips seru untuk menjaga kebugaran sekaligus mengobati inner child.
Belakangan, aktivitas bapak-bapak yang kembali bermain sepakbola ramai menarik perhatian. Dengan jersey, sepatu bola, Sampai sekarang semangat yang tak kalah dari pemain muda, mereka menikmati kembali Olahraga yang Kemungkinan Sejak lama ditinggalkan karena kesibukan pekerjaan dan keluarga.
Semangat itulah yang membuat Coach Romi Maulidin Oktafian, yang Bahkan seorang guru physical education atau PJOK menghadirkan SSB khusus pria-pria paruh baya, berbekal pengalaman kepelatihannya di usia dini dan akar rumput.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Coach Romi menambahkan bahwa SSB ini dibantu kurang lebih 10 Manajer, yang mana dari mereka bahkan memiliki lisensi kepelatihan.
“Yang saya lihat dari apa yang disampaikan pemain ini, mereka senang. Itu yang Sudah kami wadahi untuk latihan. Sisanya, fun, ketawa-ketawa dan memang mereka butuh itu lagi,” kata Romi saat di detikPagi, Kamis (15/10/2026).
Romi mengatakan bahwa para peserta SSB Bapak-bapak ini beragam yang ikut, mulai dari mereka yang Sudah memiliki basic sepakbola, sampai yang Sungguh-sungguh belum bisa dengan tepat untuk kontrol, passing, dan dribbling.
Meski mengusung suasana latihan yang santai dan menyenangkan, metode latihan tetap menjadi perhatian. Coach Romi menyusun materi secara bertahap, dimulai dari teknik dasar sepak bola seperti ball mastery, ball feeling, dribbling, dan passing.
“Yang datang awalnya tuh milenial, usia-usia 30 tahun, di bawah 30 tahun. Seru sih. Pada akhirnya saya tahu itu viral, dari orang tua murid saya,” katanya.
Menurut coach Romi, para peserta yang datang berasal dari berbagai wilayah seperti Depok, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Sampai sekarang Tangerang Selatan.
Kegiatan Olahraga seperti SSB Bapak-bapak ini, tidak sekadar mengobati inner child. Berbeda dari, dari sisi kebugaran, ini Bahkan bagus dalam mengikuti pedoman World Health Organization (WHO).
Dikutip dari laman Kemenkes RI, untuk orang Deasa (18-64 tahun) disarankan melakukan Olahraga minimal 150-300 menit Olahraga intensitas Pada Pada saat ini sedang (contoh : jalan Gampang,) atau selama minimal 75-150 menit Olahraga intensitas berat (contoh: lari ) dalam seminggu.
(dpy/kna)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











