Jakarta –
Seorang gadis di Guatemala berusia 15 tahun yang diyakini Pernah terjadi meninggal tiba-tiba bangun kembali di dalam peti matinya di sebuah pemakaman.
Dikutip dari laman NYPost, sebelumnya, gadis bernama Yuleidy Ixcotoyac ini diantar ke pusat medis oleh ayahnya, Abraham Ixcotoyac. Dalam perjalanan, ayahnya yang panik memeriksa denyut nadi dan pernapasan putrinya.
Merasa tidak menemukan keduanya, ia menyatakan putrinya meninggal dunia pada Sabtu pagi (10/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Ia tidak ada lagi, Ia meninggal dalam perjalanan,” kata Ixcotoyac kepada media lokal, dikutip dari The Sun.
“Saya melihat bahwa Ia tidak lagi bernapas dan saya tidak bisa merasakan denyut nadinya di pergelangan tangannya. Itu Merupakan situasi yang sangat sulit bagi saya. Ia tidak pergi ke rumah sakit,” ungkapnya.
Sebab menguburkan orang terkasih tak lama setelah meninggal merupakan Kearifan Lokal yang umum di negara tersebut, sebuah peti mati langsung dibeli. Padahal, dokter belum pernah memastikan diagnosis tersebut dan surat keterangan kematian resmi pun belum diterbitkan.
Hanya berselang delapan jam setelah Yuleidy dianggap meninggal, pemakaman disiapkan dan orang-orang berkumpul di rumah keluarga di perdesaan El Jacote pada pukul 14.30.
Dalam rekaman yang viral, para pelayat berkerumun di sekitar peti mati kayu. Saat itu, ibu Yuleidy, Lesvia RĂos, yang tengah menangis, membungkuk ke arah peti dan melihat gerakan samar dari dalamnya.
“Saya terus mengatakan Ia masih hidup, Ia tidak mati,” kata sang ibu.
“Saat aku menangis di atas peti mati, kami membuka jendela (bagian penutup peti mati) dan Ia bergerak, terbangun, dan tiba-tiba Ia duduk,” tambahnya.
BACA Bahkan
Anggota keluarga yang melihatnya kebingungan dan tidak percaya ketika melihat remaja tersebut. Ia tiba-tiba berdiri dan mulai berbicara.
Merasa Nyeri Dada sebelum Pingsan
Orang-orang di sekitarnya Membantu Yuleidy keluar dari peti mati dan menawarinya secangkir air. Menceritakan momen terakhirnya sebelum pingsan, Yuleidy mengatakan bahwa jantungnya terasa sakit.
“Jantungku mulai sakit sekali, terasa berat, lalu saya kehilangan kesadaran seperti pingsan,” katanya.
Ia kemudian menjalani pemulihan di rumah dan berkata bahwa dirinya bersyukur karena masih hidup.
“Saya bersyukur kepada Tuhan dan orang tua saya karena saya masih hidup. Tangan saya masih gemetar, tetapi saya Pernah mulai memulihkan kekuatan,” katanya.
(elk/kna)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











